Jasmine bukan siswa yang malas. Sejak kelas X, ia dikenal sebagai anak yang paling cepat datang, bahkan sebelum petugas kebersihan selesai menyapu. Tapi sejak ayahnya dirawat di rumah sakit karena stroke, semuanya berubah. Jasmine mulai sering terlambat. Kadang tidak masuk sama sekali.
Dan Jasmine? Ia lulus dengan nilai yang biasa saja, tapi ia tumbuh menjadi wanita yang kelak, di tempat kerjanya, akan selalu memperhatikan rekan yang paling sunyi, dan diam-diam menuliskan titik kecil di hatinya untuk mereka. Absensi bukan sekadar catatan hadir atau tidak. Kadang, di balik sebuah nama, ada kisah yang butuh dilihat, bukan sekadar dicoret. absensi jasmine
Berikut adalah sebuah cerita pendek dengan tema : Absensi Jasmine Jasmine bukan siswa yang malas
“Ibu, Jasmine tadi sempat chat,” kata Sarah, teman sebangkunya. “Katanya ayahnya masuk UGD lagi.” Jasmine mulai sering terlambat
Tapi di buku absensi, Bu Ratna tidak langsung menulis “H”. Ia menutup buku itu sejenak, lalu berbisik, “Nak, kamu kuat?”
Suatu Senin pagi, hujan deras mengguyur kota. Bu Ratna sudah siap dengan pulpen merahnya. “Jasmine,” panggilnya, tanpa perlu menengok ke bangku kosong di pojok belakang. “Hari ini izin lagi?”